Menghadapi lonjakan kebutuhan mobilitas dan aktivitas rumah tangga menjelang akhir tahun, PT Pertamina Patra Niaga menyatakan kesiapan penuh dalam mengamankan pasokan energi nasional. Seluruh terminal bahan bakar minyak (BBM) dan depot elpiji di 38 provinsi telah disiagakan dengan sistem pemantauan rantai pasok digital 24 jam.

Berdasarkan laporan resmi InfoPublik.id, ketahanan stok nasional untuk seluruh produk BBM jenis bensin (gasoline) dan solar (gasoil) rata-rata berada pada rentang 22 hingga 28 hari konsumsi, sedangkan stok LPG tercatat aman untuk 18 hari ke depan. Produksi kilang dalam negeri dioperasikan secara optimal untuk memenuhi lonjakan permintaan.

Direksi Pertamina Patra Niaga menyampaikan bahwa Satuan Tugas (Satgas) Energi Akhir Tahun akan mulai diaktifkan pada pertengahan November. Satgas ini berkoordinasi dengan Korlantas Polri dan Kementerian Perhubungan untuk memastikan jalur distribusi BBM di jalur tol utama dan kawasan wisata bebas hambatan.

Masyarakat diimbau tidak perlu melakukan pembelian berlebih (panic buying) karena pasokan energi dipastikan melimpah di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) serta agen pangkalan resmi elpiji.