Memasuki fase intensif kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2026, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama TNI menyiagakan ratusan ribu personel pengamanan di seluruh penjuru nusantara. Pengamanan terpadu dalam bingkai Operasi Mantap Praja difokuskan pada pengawalan rapat umum terbuka, debat kandidat, dan fasilitas logistik pemilu.
Sebagaimana diwartakan portal InfoPublik.id, Kepala Divisi Humas Polri menegaskan bahwa pemetaan potensi kerawanan pilkada (Indeks Kerawanan Pilkada) telah diperbarui secara berkala. Pendekatan persuasif dan kepolisian preventif diutamakan melalui pelibatan tokoh adat, pemuka agama, dan organisasi kepemudaan setempat.
Selain pengamanan fisik di lapangan, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengaktifkan patroli siber intensif selama 24 jam untuk mendeteksi peredaran konten disinformasi, hoaks, dan ujaran kebencian berbasis SARA yang berpotensi memecah belah kerukunan masyarakat di ruang digital.
Polri mengimbau seluruh kontestan pilkada, tim sukses, dan simpatisan untuk mematuhi koridor aturan perundang-undangan serta bersama-sama menjaga suasana pesta demokrasi yang damai, bermartabat, dan penuh kesejukan.