Nilai tukar rupiah mengawali aktivitas pasar uang pada Selasa pagi dengan pergerakan positif. Mata uang garuda terapresiasi sekitar 20 poin atau 0,13 persen ke posisi Rp15.590 per dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot antarbank Jakarta, mencerminkan ketahanan ekonomi domestik di tengah dinamika pasar keuangan global.

Berdasarkan publikasi pemantauan pasar valuta asing Bank Indonesia (BI), penguatan mata uang nasional didorong oleh konsistensi aliran modal masuk (capital inflow) investor asing ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN). Tingkat imbal hasil riil yang kompetitif tetap menjadi daya tarik utama aset keuangan berbasis rupiah.

Direktur Komunikasi Bank Indonesia menegaskan bahwa bank sentral terus bersiaga menjaga stabilitas nilai tukar melalui mekanisme pasar yang efektif, termasuk optimalisasi instrumen transaksi non-deliverable forward (DNDF) domestik dan term deposit valas hasil ekspor (DHE).

Para pelaku pasar mengantisipasi pergerakan rupiah sepanjang hari ini akan cenderung stabil di rentang penguatan terbatas, seiring dengan membaiknya neraca perdagangan dan kecukupan cadangan devisa nasional yang siap meredam volatilitas musiman.