Badan Pusat Statistik (BPS) resmi merilis perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) periode Oktober 2026 pada konferensi pers sore ini di Jakarta. Tingkat inflasi bulanan tercatat sebesar 0,08 persen (month-to-month), sedangkan secara tahunan inflasi berada di level 2,12 persen (year-on-year), tetap berada dalam koridor target sasaran pemerintah dan Bank Indonesia yakni 2,5 plus minus 1 persen.
Sebagaimana disampaikan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS melalui siaran pers resmi, terjaganya inflasi didorong oleh penurunan tekanan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Komoditas hortikultura seperti cabai merah, bawang merah, dan aneka sayuran mengalami pasokan yang berlimpah seiring membaiknya masa panen di berbagai sentra produksi Jawa dan Sumatera.
Di sisi lain, kelancaran distribusi logistik antarpulau yang didukung pengoperasian tol laut dan optimalisasi jalur kereta barang berkontribusi signifikan menekan disparitas harga antarwilayah. Pemerintah daerah melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) juga secara konsisten menggelar operasi pasar murah guna mengamankan daya beli masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Pihak otoritas moneter dan pemerintah pusat menegaskan komitmen untuk terus memitigasi potensi kenaikan harga musiman menjelang libur Natal dan Tahun Baru, terutama pada kelompok tarif transportasi dan energi, demi menjaga momentum pemulihan konsumsi rumah tangga nasional.