Upaya percepatan transformasi digital dan penuntasan kesenjangan konektivitas di tanah air mencatatkan pencapaian signifikan. Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital mengonfirmasi bahwa satelit komunikasi berkapasitas tinggi (High Throughput Satellite) telah beroperasi stabil dan menjangkau lebih dari 12.000 titik fasilitas publik di wilayah terpencil.

Melansir laporan resmi kementerian melalui InfoPublik.id, jaringan internet satelit ini diprioritaskan bagi layanan pendidikan sekolah dasar hingga menengah, pusat kesehatan masyarakat (puskesmas pembantu), serta pos perbatasan negara. Kecepatan transfer data yang dialokasikan mencapai rata-rata 30 hingga 50 Mbps di tiap lokasi penerima sinyal.

Dengan tersambungnya fasilitas publik tersebut ke jaringan pita lebar, para tenaga medis di pedalaman pulau kini dapat memanfaatkan layanan telemedisin rujukan langsung dengan dokter spesialis di rumah sakit pusat. Di sektor pendidikan, siswa-siswi pedesaan dapat mengakses materi ujian berbasis komputer dan perpustakaan digital nasional tanpa jeda hambatan sinyal.

Menteri Komunikasi dan Digital menegaskan bahwa kedaulatan konektivitas adalah hak dasar setiap anak bangsa. Pengoperasian penuh satelit nusantara ini ditargetkan menjadi fondasi utama pemberdayaan ekonomi masyarakat desa berbasis e-commerce lokal dan literasi keuangan inklusif.