Eksplorasi teknologi komputasi generasi masa depan di Indonesia memasuki tonggak baru. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama konsorsium teknologi komputasi global meresmikan fasilitas laboratorium simulasi komputasi kuantum (quantum computing hub) terpadu di kawasan sains terpadu Serpong.

Melansir rilis resmi yang disiarkan via PR Newswire, platform kuantum ini mengintegrasikan simulator komputasi 64-qubit berbasis awan yang dapat diakses secara cuma-cuma oleh dosen, peneliti, dan mahasiswa pascasarjana di perguruan tinggi negeri maupun swasta di tanah air. Fasilitas ini ditujukan untuk memfasilitasi riset algoritma enkripsi pasca-kuantum dan permodelan molekul obat.

Kepala Organisasi Riset Sains dan Teknologi BRIN menjelaskan bahwa penguasaan komputasi kuantum sangat krusial bagi kedaulatan sains nasional. Masalah-masalah optimasi rumit, seperti pemetaan rute logistik maritim nasional dan simulasi katalis sel baterai canggih, dapat diselesaikan dalam hitungan detik dibandingkan hitungan bulan pada superkomputer konvensional.

Fasilitas ini juga dilengkapi modul sertifikasi internasional dan kurikulum pemrograman kuantum berbahasa Indonesia. Melalui inisiatif ini, pemerintah menargetkan pencetakan 1.000 spesialis komputasi kuantum bersertifikasi dalam tiga tahun ke depan guna menopang industri teknologi tinggi nusantara.