Kebiasaan sarapan pagi dengan komposisi nutrisi yang tepat memegang peranan krusial terhadap kecerdasan kognitif dan ketahanan fisik anak di sekolah. Namun, data kesehatan menunjukkan banyak anak usia sekolah yang melewatkan sarapan atau hanya mengonsumsi karbohidrat olahan berkadar gula tinggi.

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Kesehatan yang disiarkan oleh LKBN ANTARA, pemerintah merilis buku saku panduan sarapan sehat bertajuk 'Isi Piringku Pagi Hari'. Panduan ini menekankan pentingnya asupan protein hewani dan zat besi—seperti telur, ikan kembung, hati ayam, dan kacang-kacangan—guna mencegah risiko anemia defisiensi besi pada anak dan remaja.

Kemenkes menjelaskan bahwa anak yang mengalami anemia rentan mengalami penurunan konsentrasi belajar, mudah mengantuk di kelas, serta memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah. Dengan membiasakan sarapan seimbang yang memadukan sumber energi kompleks, protein, dan serat buah lokal, daya tangkap belajar siswa terbukti meningkat signifikan.

Program sosialisasi panduan ini digulirkan melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan puskesmas di seluruh tanah air. Para orang tua dan pengelola kantin sekolah diajak untuk tidak lagi menyajikan makanan cepat saji berkadar garam tinggi, melainkan menyediakan pilihan camilan sarapan sehat yang terjangkau.