Kementerian Pertanian (Kementan) merilis data pembaruan neraca produksi pangan pokok nasional menjelang pergantian tahun. Berdasarkan hasil survei kerangka sampel area bersama Badan Pusat Statistik, total produksi beras nasional hingga awal November 2026 mencatatkan surplus yang aman guna memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat hingga awal tahun depan.
Mengutip laporan resmi InfoPublik.id, keberhasilan peningkatan produktivitas padi ditopang oleh keberlanjutan program pompanisasi air di lahan-lahan tadah hujan, distribusi pupuk bersubsidi tepat waktu, dan percepatan mekanisasi pertanian modern. Petani di sentra lumbung Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan berhasil memanen padi dengan indeks pertanaman yang meningkat.
Menteri Pertanian menyatakan bahwa pemerintah telah menginstruksikan Perum Bulog untuk terus memaksimalkan penyerapan gabah petani lokal dengan harga acuan pembelian pemerintah yang menguntungkan produsen. Hal ini bertujuan menjaga gairah petani dan mengamankan stok cadangan beras pemerintah (CBP) di atas 2 juta ton.
Dengan pasokan beras yang aman di gudang logistik dan pasar induk perkotaan, pemerintah menjamin stabilitas harga pangan pokok tetap terkendali dan tidak membebani pengeluaran masyarakat menjelang momen liburan panjang akhir tahun.