Ekosistem maritim Indonesia kembali menyumbangkan temuan sains penting bagi dunia di tengah ancaman pemanasan global. Tim peneliti dari Pusat Riset Oseanografi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengumumkan penemuan varian genetik baru terumbu karang Acropora yang memiliki tingkat toleransi tinggi terhadap anomali kenaikan suhu perairan laut.
Berdasarkan publikasi ilmiah BRIN yang dipaparkan dalam simposium kelautan internasional, varian karang ini ditemukan bertahan sehat tanpa mengalami pemutihan (coral bleaching) di kedalaman 15 meter perairan Selat Makassar saat suhu permukaan laut meningkat 1,8 derajat Celcius di atas batas normal selama tiga bulan berturut-turut.
Analisis metagenomik mengungkap bahwa ketahanan luar biasa ini berasal dari hubungan simbiosis mutualisme unik karang dengan jenis alga zooxanthellae termotoleran serta ekspresi protein pelindung stres termal pada jaringan seluler polip karang. Karakteristik biologis ini menjadikannya kandidat unggul untuk program restorasi terumbu karang di kawasan terdegradasi.
BRIN merencanakan pembudidayaan bibit karang tahan panas ini melalui teknik fragmentasi mikro di stasiun riset kelautan Lombok dan Bitung, sebelum dilepasliarkan ke berbagai taman wisata perairan guna memperkuat benteng alami penahan gelombang tsunami dan lumbung ikan nelayan pesisir.