Ratusan naskah kuno nusantara yang memuat khazanah ilmu pengetahuan masa lampau—mulai dari ilmu pengobatan tradisional, hukum adat, sastra filosofi, hingga navigasi perbintangan bahari—kini dapat dinikmati publik secara digital. Proyek konservasi dan alih media manuskrip langka ini sukses dirampungkan oleh tim filolog nasional.

Sebagaimana diwartakan oleh kantor berita Anadolu Agency (AA), Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) mendigitalisasi lebih dari 2.400 naskah daun lontar dari koleksi Jawa Kuno, Bali, Sunda Kuno, dan naskah lontara Sulawesi Selatan. Pemindaian menggunakan kamera sensor multispektral khusus yang mampu memunculkan kembali goresan aksara yang sempat memudar termakan usia.

Kepala Pusat Preservasi Naskah Perpusnas menjelaskan bahwa selain alih media visual resolusi ultra-tinggi, naskah-naskah kuno tersebut dilengkapi alih aksara (transliterasi) ke huruf latin dan terjemahan ke bahasa Indonesia serta bahasa Inggris. Seluruh koleksi dapat diakses tanpa biaya melalui portal repositori manuskrip nusantara.

Inisiatif pelestarian ini disambut penuh antusias oleh para akademisi dan sejarawan dunia. Manuskrip kuno tidak lagi hanya tersimpan sunyi di ruang steril museum, melainkan menjadi sumber inspirasi terbuka bagi generasi muda untuk memahami kedalaman peradaban leluhur bangsa.