Menjawab tantangan revolusi industri berbasis automasi cerdas, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital resmi membuka pendaftaran Program Beasiswa dan Hibah Riset Kecerdasan Buatan (AI) Terapan Nasional 2026. Program ini menargetkan pencetakan 1.000 ilmuwan data dan perekayasa algoritma terdepan di tanah air.

Melansir siaran pers BRIN di Jakarta, fokus penelitian diarahkan pada penciptaan model bahasa alami (Large Language Model) multibahasa daerah, sistem pengenalan penyakit tanaman tropis berbasis citra satelit, serta algoritma pemantauan cuaca mikro untuk nelayan tradisional. Para peserta akan mendapatkan akses penuh ke superkomputer komputasi awan berkapasitas pemrosesan tinggi milik BRIN.

Kepala BRIN menyatakan bahwa Indonesia tidak boleh sekadar menjadi pasar konsumen teknologi AI dari luar negeri. Kedaulatan teknologi mengharuskan bangsa Indonesia memiliki basis data lokal yang kaya, bebas dari bias kebudayaan asing, dan mampu memecahkan persoalan riil masyarakat di bidang pangan, maritim, dan kesehatan.

Para penerima beasiswa juga akan dipasangkan dengan mentor industri dari perusahaan rintisan teknologi global serta lembaga riset dunia terkemuka, mempercepat hilirisasi prototipe laboratorium menjadi produk komersial yang berdaya saing.