Guna mengantisipasi peningkatan angka kesakitan akibat peralihan cuaca menuju puncak musim hujan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menginstruksikan aktivasi posko kesehatan siaga bencana di 38 provinsi. Sebanyak 2.400 titik posko pelayanan telah beroperasi penuh di puskesmas sentra logistik dan fasilitas publik padat aktivitas.

Berdasarkan publikasi resmi Biro Komunikasi Kemenkes di Jakarta, posko kesehatan dilengkapi dengan tim medis reaksi cepat, ambulans gawat darurat, serta cadangan obat-obatan esensial. Fokus penanganan ditujukan pada pengobatan dini infeksi saluran pernapasan (ISPA), diare akut akibat sanitasi banjir, serta deteksi cepat demam berdarah dengue (DBD).

Direktur Pelayanan Kesehatan Primer Kemenkes menegaskan bahwa seluruh layanan di posko siaga ini bebas biaya bagi seluruh lapisan masyarakat. Puskesmas juga diwajibkan membuka layanan rawat jalan ekstra hingga malam hari di wilayah-wilayah yang berpotensi tergenang banjir luapan sungai.

Masyarakat diimbau segera memanfaatkan fasilitas kesehatan terdekat jika anggota keluarga mengalami demam lebih dari 48 jam atau sesak napas, demi mencegah komplikasi penyakit bertambah parah.