Meningkatnya frekuensi curah hujan yang menyisakan genangan air bersih di lingkungan permukiman mendorong otoritas kesehatan daerah mengambil langkah cepat. Dinas Kesehatan serentak menggerakkan aksi massal Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus dengan melibatkan puluhan ribu kader juru pemantau jentik (jumantik) di tingkat rukun tetangga dan kelurahan.

Mengutip laporan liputan InfoPublik.id, fokus pemantauan diarahkan pada wadah penampungan air terbuka, talang atap rumah yang tersumbat dedaunan, serta barang bekas di pekarangan rumah yang berpotensi menjadi habitat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Kader jumantik juga membagikan bubuk larvasida dan ikan pemakan jentik untuk kolam terbuka warga.

Kepala Dinas Kesehatan mengimbau para orang tua untuk tidak mengabaikan gejala demam mendadak tinggi pada anak yang disertai nyeri sendi dan ruam merah. Deteksi dini melalui uji cepat antigen dengue di puskesmas terdekat sangat krusial untuk mencegah pasien jatuh ke fase kritis sindrom syok dengue (DSS).

Selain aksi PSN konvensional, penyebaran nyamuk Aedes ber-Wolbachia di beberapa kota percontohan dilaporkan terus menunjukkan hasil positif dalam menekan kemampuan nyamuk menularkan virus dengue kepada manusia, melengkapi ikhtiar proteksi kesehatan masyarakat yang komprehensif.