Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI resmi memperluas program skrining kesehatan preventif gratis terintegrasi ke seluruh penjuru tanah air. Inisiatif strategis transformasi layanan kesehatan primer ini dirancang untuk mendeteksi secara dini potensi penyakit tidak menular (PTM) berbiaya tinggi, seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung koroner, dan kanker serviks.

Melansir publikasi resmi dari Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes di Jakarta, setiap warga negara yang berulang tahun berhak mendapatkan paket pemeriksaan kesehatan komprehensif tanpa dipungut biaya di puskesmas wilayah domisilinya. Pemeriksaan mencakup cek profil lipid darah, kadar gula darah puasa, rekam jantung elektrokardiogram (EKG), hingga pemeriksaan skrining fungsi ginjal.

Menteri Kesehatan menegaskan bahwa paradigma pelayanan kesehatan nasional harus bergeser dari sekadar mengobati orang sakit di rumah sakit rujukan menjadi mencegah masyarakat jatuh sakit melalui deteksi dini di tingkat komunitas. Dengan penanganan sejak stadium awal, kualitas hidup masyarakat dapat dipertahankan dan beban anggaran jaminan kesehatan nasional dapat ditekan secara signifikan.

Seluruh data hasil pemeriksaan skrining langsung terkoneksi ke dalam rekam medis elektronik terpusat aplikasi SatuSehat, memungkinkan dokter puskesmas memberikan panduan pola makan, rekomendasi olahraga terukur, dan rujukan lanjutan secara tepat waktu.