Sinergi global dalam menanggulangi dampak perubahan iklim kembali mendapat dorongan konkret. Delegasi Uni Eropa bersama para perwakilan menteri energi dari negara-negara Asia Tenggara resmi meluncurkan Fasilitas Pendanaan Transisi Energi Bersih Terpadu senilai 3,5 miliar euro dalam sebuah upacara diplomatik di Brussels.
Sebagaimana diwartakan LKBN ANTARA dari sumber diplomatik internasional, fasilitas pembiayaan berbunga rendah ini dirancang khusus untuk mempercepat penghentian bertahap pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbasis batubara yang sudah berusia tua di kawasan Asia Tenggara. Dana ini juga akan membiayai pembangunan interkoneksi jaringan transmisi listrik pintar lintas batas antarnegara.
Perwakilan Komisi Eropa menekankan bahwa transisi hijau harus berkeadilan sosial (just energy transition) dan tidak boleh membebani masyarakat pekerja di sektor pertambangan fosil. Oleh sebab itu, sebagian dari skema hibah akan dialokasikan untuk program pelatihan keahlian baru di bidang perakitan turbin angin, instalasi fotovoltaik surya, dan hidrogen hijau.
Indonesia dan Vietnam menyambut baik komitmen kemitraan ini sebagai katalis penting dalam menarik investasi swasta global guna mempercepat pencapaian target emisi nol bersih (net-zero emissions) regional pada pertengahan abad ini.