Konferensi Tingkat Tinggi Aksi Iklim Global di Jenewa menuntaskan negosiasi bersejarah mengenai skema pendanaan konservasi hutan tropis dunia. Aliansi negara-negara maju dan lembaga filantropi internasional resmi mengumumkan komitmen dana abadi sebesar 15 miliar dolar AS yang akan disalurkan langsung kepada negara-negara pemilik tutupan hutan hujan terbesar di bumi.

Mengutip laporan langsung Reuters, dana abadi konservasi ini mengadopsi mekanisme pembayaran berbasis kinerja penurunan deforestasi (results-based payment). Indonesia bersama Brasil dan Republik Demokratik Kongo diposisikan sebagai pilar utama penerima manfaat berkat komitmen tegas mereka dalam menekan laju kebakaran hutan dan melindungi keanekaragaman hayati gambut.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam pidato penutupan sesi plenari menyatakan bahwa menjaga kelestarian hutan tropis merupakan solusi iklim berbasis alam paling efektif dan berbiaya paling terjangkau saat ini. Dana ini juga dipastikan akan mengalir langsung untuk memberdayakan masyarakat adat dan komunitas lokal yang mendiami garis batas kawasan lindung.

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa dana dukungan internasional tersebut akan diintegrasikan dengan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) untuk memperluas program perhutanan sosial, rehabilitasi mangrove pesisir, serta penegakan hukum lingkungan berbasis satelit.