Pertemuan Tingkat Menteri Ekonomi Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) yang berlangsung di Jakarta menghasilkan kesepakatan strategis untuk memperdalam integrasi rantai pasok industri di kawasan. Pakta ini menitikberatkan pada standardisasi dokumen kepabeanan elektronik dan harmonisasi sertifikasi produk bernilai tambah tinggi.
Melansir laporan kantor berita Reuters, kesepakatan ini dipandang penting guna merespons dinamika fragmentasi perdagangan internasional dan restrukturisasi jaringan manufaktur global. Negara-negara anggota ASEAN bersepakat mempercepat implementasi Sistem Sertifikasi Asal Elektronik (e-Form D) guna memangkas durasi pemeriksaan kontainer di pelabuhan utama kawasan.
Sektor industri yang menjadi prioritas penguatan rantai pasok bersama mencakup komponen kendaraan listrik, semikonduktor pengujian akhir, farmasi esensial, serta komoditas agroindustri pangan. Dengan sinergi bahan baku antanegara, produk olahan ASEAN diharapkan memiliki daya saing harga yang lebih kuat di pasar Amerika Utara dan Uni Eropa.
Para menteri juga menegaskan kembali komitmen bersama untuk menjaga sentralitas ASEAN dalam arsitektur ekonomi Indo-Pasifik, memastikan keterbukaan akses investasi asing langsung yang inklusif serta berkelanjutan bagi seluruh lapisan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.