Indonesia mengambil langkah strategis dalam memosisikan diri di peta rantai pasok semikonduktor global. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) resmi menyepakati pembentukan Konsorsium Perakitan, Pengemasan, dan Pengujian Semikonduktor (Assembly, Test, and Packaging/ATP) bersama asosiasi industri mikroelektronika kawasan Asia Tenggara.
Melansir laporan kantor berita LKBN ANTARA, proyek percontohan fasilitas pengemasan cip canggih ini akan dibangun di kawasan industri terpadu Kendal dan Batang, Jawa Tengah. Kawasan tersebut dipilih karena ketersediaan pasokan energi listrik hijau terbarukan dan konektivitas logistik pelabuhan laut dalam.
Menteri Perindustrian dalam sambutannya menekankan bahwa ketergantungan pada impor semikonduktor telah menjadi kerentanan global yang harus diatasi. Dengan membangun kapabilitas ATP di dalam negeri, industri perakitan kendaraan listrik, panel surya cerdas, dan perangkat gawai nusantara akan memiliki kepastian pasokan cip yang andal.
Pemerintah juga menyediakan insentif pembebasan bea masuk bagi mesin berteknologi presisi tinggi serta skema beasiswa bagi insinyur fisika material Indonesia untuk belajar di sentra riset mikroelektronika terkemuka di Taiwan dan Jerman.